Breaking News

Popular post

Tampilkan postingan dengan label resume buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2017

KONSEP TIM DALAM KEPERAWATAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

    Kolaborasi merupakan istilah umum yang sering digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan kerja sama yang dilakukan pihak tertentu. Sekian banyak pengertian dikemukakan dengan sudut pandang beragam namun didasari prinsip yang sama yaitu mengenai kebersamaan, kerja sama, berbagi tugas, kesetaraan, tanggung jawab dan tanggung gugat. Namun demikian kolaborasi sulit didefinisikan untuk menggambarkan  apa yang sebenarnya yang menjadi esensi dari kegiatan ini. Seperti yang dikemukakan National Joint Practice Commision (1977) yang dikutip Siegler dan Whitney (2000) bahwa tidak ada definisi yang mampu menjelaskan sekian ragam variasi dan kompleknya kolaborasi dalam kontek perawatan kesehatan.

Berdasarkan kamus Heritage Amerika (2000), kolaborasi adalah bekerja bersama khususnya dalam usaha penggambungkan pemikiran. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukanan oleh Gray (1989) menggambarkan bahwa kolaborasi sebagai suatu proses berfikir dimana pihak yang terklibat memandang aspek-aspek perbedaan dari suatu masalah serta menemukan solusi dari perbedaan tersebut dan keterbatasan padangan mereka terhadap apa yang dapat dilakukan.

            American Medical Assosiation (AMA), 1994,  setelah melalui diskusi dan negosiasi yang panjang dalam kesepakatan hubungan professional dokter dan perawat,  mendefinisikan istilah kolaborasi sebagai berikut ; Kolaborasi adalah proses dimana dokter dan perawat merencanakan dan praktek bersama sebagai kolega, bekerja saling ketergantungan dalam batasan-batasan lingkup praktek mereka dengan berbagi nilai-nilai dan saling mengakui dan menghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi untuk merawat individu, keluarga dan masyarakat.

1.2    Rumusan Masalah

Bagaimana konsep kerja tim dalam keperawatan itu?

1.3    Tujuan

Makalah ini di buat untuk memenuhi salah satu tugas keperawatan dasar.

1.4    Manfaat

Makalah ini di buat oleh kami agar kami memahami dan mengaplikasikan langsung dalam asuhan keperawatan kepada klien tentang konsep kerja tim dalam keperawatan.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi

Definisi konsep kerja tim.

1. Definisi

            Tim ialah kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi dan berkomitmen untuk mecapai tujuan bersama secara efektif dan efisien (Hunsaker,2001). Kerja tim ialah kerja berkelompok denganketerampilan yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

2. Manfaat Kerja Tim

a.       Kerja tim dapat memberikan manfaat, antara lain:Pekerjaan menjadi lebih ringan karena dilakukan bersama

b.      Dapat menimbulkan semangat kebersamaan.

c.       Lebih efektif dan efisien dibandingkan dikerjakan sendiri

d.      Kinerja organisasi lebih meningkat.

3. Tahapan Pembentukan Tim

Proses pembentukan tim dapat meliputi serangkaian langkah berikut:

a)      Forming: kesadaran akan komitmen bersama untukmembentuk tim dan penerimaan menjadi anggota tim.

b)      Stoming : Muncul badai berupa konflik tentang klarifikasi dan kepemilikan.

c)      Norming : Ada usaha untuk bekerja sama berupa keterlibatan dan dukungan membuat dan mematuhi norma-norma baru.

d)     Performing: Meningkatkan produktivitas kerja berupa targetpencapaian kinerja dan rasa bangga.

e)      Andjouring: Berpisah memberikan pengakuan dan kepuasan(Hunsaker, 2001)

4. Karakteristik Kerja Tim Efektif

Kerja tim efektif memiliki sejumlah ciri berikut:

a. Misi tim jelas

b. Suasana informal

c. Banyak berdiskusi

d. Banyak mendengar (Pendengan yang aktif)

e. Kepercayaan dan keterbukaan

f. Menerima perbedaan pendapat (saling menghargai)

g. Kritis terhadap isu-isu tim TAS, dan tidak bersifat pribadi

h. Konsensus adalah salah satu norma tim TAS

i. Kepemimpinan efektif

j. Jelas dalam penilaian

k. Mengabungkan nilai dan norma

l. Komitmen (Manning & Curtis, 2003).

2.2 Prinsip kerja tim.

            Guna mendukung hal tersebut diperlukan beberapa prinsip untuk kenyamanan tim yang efektif yaitu : memperoleh bakat terbaik dari masing-masing individu ; mendemonstrasi dan mengembangkan kepemimpinan ; merangsang komitmen tim ; memberi inspirasi keamanan dan antusiasme tim ; membangun sikap tim yang kuat ; memberdayakan individu ; supaya menonjol dilingkungan tim ; menciptakan lingkungan tim atas dasar saling percaya dan saling menghormati ; membangun suatu pondasi karakter tim dan individual ; prilaku yang tidak egois dan rela berkorban ; berpikiran terbuka.

            Seperti tentara diajari cara untuk beroperasi dan bekerja sebagai sebuah tim dan cara untuk menyesuaikan diri. Perilaku yang tepat dihargai, sementara perilaku tidak tepat akan dihukum berat. Jadi dengan mengkondisikan mereka agar bergerak, bertindak, dan berperilaku sebagai sebuah tim selama pelatihan, mereka mampu bertindak seperti  juga saat sedang berperang. Pelatihan, disiplin, komunikasi, dan umpan balik yang jelas serta pembatasan, peran yang jelas adalah faktor penting dan diperlukan untuk mencapain sinergi.

            Sebenarnya kerjasama tim yang efektif sering kali merupakan hasil dari disiplin yang ditentukan oleh masing-masing anggota tim. Mereka memastikan bahwa tidak hanya perilaku yang diubah, tetapi setiap anggota memiliki sikap yang tepat untuk mempertahankan kebersamaan dan kepentingan kelompok. Jelasnya perlu waktu untuk melatih sebuah tim. Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk melatih sepasukan tentara agar siap berperang. Sama hal nya juga kerjasama tim memerlukan waktu beradaptasi, terampil berkomunikasi,  bergaul, penyesuaian  karakter, membentuk kompetensi, ketegasan, visi dan misi.

2.3 Cara kerja secara tim / kolaborasi.

            Agar dapat membangun sebuah tim yang bagus dan baik, diperlukan lebih dari sekadar mengumpulkan orang-orang yang tepat. Sebab, ujian utama darileadership sebenarnya adalah menciptakan lingkungan dimana setiap individu mau bekerja secara kooperatif dan kolaboratif.

Tips berikut mungkin bisa membantu kita dalam membangun kerja sama tim yang lebih baik. 

1. FOKUS

            Jelaskan rencana jangka panjang organisasi dan lakukan follow-up dengan teratur. Orang-orang sering kali terlalu fokus pada masalah hari ini dan pekerjaan rutinnya, sehingga kehilangan gambaran dari tujuan utama secara keseluruhan. Jadi, sewaktu anggota lainnya sedang berkonsentrasi menyelesaikan masalah, anggota lain dapat mendedikasikan lebih banyak waktunya untuk me-reviewproses dan mengeliminasi masalah-masalah yang mungkin muncul di masa depan.

2. DEFINISIKAN PERAN

            Garis bawahi dengan jelas tanggung jawab dan peran setiap individu dalam suatu tim. Hal ini sangat penting untuk menjamin kesuksesan tim. Pemahaman tim terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing akan sangat membantu dalam pelaksanaan kerja sama tim secara kolaboratif. Dukunglah tim Anda untuk mendefinisikan fungsi mereka. Para anggota tim akan mampu mengambil lebih banyak tanggung jawab apabila mereka berada dalam posisi yang cocok, dan salah satu dari mereka mungkin akan  dapat mengeluarkan bakat baru yang tidak disadari sebelumnya.

3. TETAPKAN TUJUAN

            Anggota tim perlu memperhatikan tujuan individu maupun tujuan tim. Dukunglah mereka untuk menentukan tujuan jangka pendek yang dapat diraih dan dapat diukur, serta tujuan jangka panjang. Dengan tujuan yang jelas dan kode etik atau aturan tertentu, tim akan mulai bisa mengatur dirinya sendiri untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Pantauan dari senior sangat dibutuhkan untuk menghilangkan sifat-sifat negatif seperti kemalasan, keterlambatan, serta suka menunda-nunda pekerjaan. Komunikasikan selalu setiap tujuan dengan jelas, dan pastikan setiap anggota tim benar-benar memahaminya.

4. BAGIKAN INFORMASI

            Informasi yang disembunyikan akan dianggap sebagai gosip atau rumor. Produktivitas dan moral tim akan menurun bila mereka menemukan banyak informasi yang tidak jelas berkeliaran, terutama di masa-masa sulit atau peralihan. Bagikan dan sebarkanlah semua informasi yang memang perlu dikomunikasikan ke semua anggota tim, dan jangan lupa untuk terus meng-update informasi tersebut sesering mungkin.

5. KEPERCAYAAN

            Jadilah orang yang dapat dipercaya dan diandalkan. Hargailah kata-kata Anda sendiri. Bila Anda seorang pemimpin dan Anda sudah berjanji untuk memberikan sesuatu kepada anak buah, maka pastikan Anda menepati janji tersebut. Bila Anda salah satu anggota tim dan pernah berjanji untuk melakukan sesuatu kepada tim atau pemimpin Anda, maka pastikan juga Anda menepati janji tersebut. Perlakukan setiap anggota tim dengan perlakuan yang sama. Jangan ada 'anak emas' dan 'orang istimewa'.

6. DENGARKAN

            Bersikaplah terbuka terhadap ide-ide dari anggota tim lain. Berikan mereka kesempatan untuk menyampaikan pendapat dalam rapat atau saat brainstorming. Pertimbangkan setiap saran mereka. Kita tidak akan pernah benar-benar tahu saran dan pendapat mana yang terbaik sampai kita sendiri membuktikannya. Banyak organisasi menghabiskan dana besar untuk menyewa konsultan dari luar, tanpa terlebih dahulu menanyakan pendapat pegawai dan anak buahnya sendiri. Padahal, seringkali merekalah yang paling tahu problem apa yang terjadi di dalam. Berikan pujian kepada anggota tim kita dan jadilah seorang pemimpin dan pendengar yang baik.

7. BERSABAR

            Bila tim Anda terlihat bermasalah dan tidak menunjukkan hasil apa pun, bersabarlah. Beri waktu dan amati perkembangannya. Sering kali mereka bisa mengatasi masalahnya sendiri, dan Anda perlu mengawasi dan mengamati saja. Bila hal ini tidak terjadi, maka beraksilah. Pecat dan hire orang lain bila memang diperlukan. Tidak ada gunanya menyimpan 'benalu' di dalam tim.

8. DUKUNGAN

            Setiap anggota tim harus ditantang untuk berkontribusi dalam segala hal. Dorong mereka untuk ikut training bila memang diperlukan dan beri kesempatan untuk keluar dan melakukan sendiri tugas-tugasnya. Mereka perlu merasa nyaman dalam melakukan tugas supaya dapat menemukan potensi unik dalam diri mereka sendiri. Ubahlah tanggung jawab setiap anggota tim bila memang dianggap perlu. Ketahuilah kekuatan dan kelemahan dari setiap anggota tim dan berikan dukungan positif terhadap kedua hal itu.

9. TUNJUKKAN ANTUSIASME

            Antusiasme mudah menular. Selalulah bersikap positif dan penuh harap. Bila mereka melihat Anda mengharapkan sesuatu dari mereka, maka ada peluang mereka akan memberikan yang terbaik dan berusaha tidak mengecewakan Anda. Fokuslah juga pada hal-hal yang dikerjakan dengan benar, dan tidak selalu melihat kesalahan orang lain saja.

10. HAVE FUN

            Bangun semangat yang ada di dalam tim agar bisa selalu memberikan energi yang tinggi dan spirit persatuan. Sediakan waktu untuk tertawa bersama dan ciptakan suasana yang sesantai mungkin. Tidak ada tujuan yang dapat dicapai dengan mudah bila suasananya selalu tegang.

Ilustrasi

11. DELEGASI

            Jelaskan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana caranya (bila diperlukan), lalu biarkan. Lebih baik lagi jika Anda dapat menjelaskan masalah yang ada dan seperti apa hasil yang Anda inginkan. Lalu, biarkan tim Anda mengembangkan cara mereka sendiri untuk menyelesaikan tugas tersebut sesuai waktu yang telah ditetapkan. Bila jadwal reviewhari Selasa depan, maka jangan menanyakan hasilnya hari ini. Berilah kepercayaan kepada tim Anda untuk memenuhi deadline masing-masing.

12. BERIKAN PENGHARGAAN

            Rayakan keberhasilan bersama-sama dan berikan penghargaan kepada anggota tim tapi tidak secara individual. Dalam setiap tim akan mempunyai individu yang menonjol pada bidang tertentu. Kenalilah hal ini dengan cepat melalui performance review process dan gunakan untuk mendukung kerja sama tim. Hindari semua tindakan yang bisa menimbulkan kecemburuan di antara anggota. Selalu bicara positif tentang anggota tim Anda secara keseluruhan. Promosikan talenta, usaha, dedikasi dan kesuksesan mereka.

            Terakhir, yang penting adalah terus-menerus memberi inspirasi kepada semua anggota tim. Bila Anda berbicara tentang hal apa pun yang berhubungan dengan tim, gunakanlah kata 'kita' dan bukan kata 'saya'.

2.4 Hambatan kerja tim.

Macam-macam hambatan :

a. Hambatan yang Controlable ialah hubungan dimana kita memiliki wewenang dan kekuasaan untuk menghilangkannya, seperti :

§  kurang cukupnya waktu yang dimiliki oleh seorang atasan terhadap bawahannya

§  kurangnya latihan-latihan yang dilaksanakan atau yang diperoleh bawahan

§  kurangnya keinginan atau hasrat dari bawahan untuk berpartisipasi

b.   Hambatan-hambatan yang kita dapat pengaruhi, untuk meniadakannya ialah :

§  atasan yang tidak tahu tentang manajemen peran serta

§  iklim organisasi yang tidak tahu tentang manajemen peran serta

§  atasan yang tidak mau mencari dan menyediakan waktu untuk mempraktekkan manajemen peran serta

c.   Hambatan yang kita dapat mempengaruhi sedikit sekali atau menguasai untuk menghilangkannya. Hambatan-hambatan tersebut berupa :

§  lingkungan eksternal organisasi

§  struktur organisasi

§  reputasi organisasi














BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan.

            Tim ialah kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi dan berkomitmen untuk mecapai tujuan bersama secara efektif dan efisien (Hunsaker,2001). Kerja tim ialah kerja berkelompok denganketerampilan yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

            prinsip untuk kenyamanan tim yang efektif yaitu : memperoleh bakat terbaik dari masing-masing individu ; mendemonstrasi dan mengembangkan kepemimpinan ; merangsang komitmen tim ; memberi inspirasi keamanan dan antusiasme tim ; membangun sikap tim yang kuat ; memberdayakan individu ; supaya menonjol dilingkungan tim ; menciptakan lingkungan tim atas dasar saling percaya dan saling menghormati ; membangun suatu pondasi karakter tim dan individual ; prilaku yang tidak egois dan rela berkorban ; berpikiran terbuka.

Cara kerja secara tim :

1. FOKUS

2. DEFINISIKAN PERAN

3. TETAPKAN TUJUAN

4. BAGIKAN INFORMASI

5. KEPERCAYAAN

6. DENGARKAN

7. BERSABAR

8. DUKUNGAN

9. TUNJUKKAN ANTUSIASME

10. HAVE FUN

11. DELEGASI

12. BERIKAN PENGHARGAAN

Macam-macam hambatan :

a. Hambatan yang Controlable 

b.   Hambatan-hambatan yang kita dapat pengaruhi

c.   Hambatan yang kita dapat mempengaruhi sedikit sekali atau menguasai untuk menghilangkannya.

3.2 Saran.

            Sebagai mahasiswa keperawatan dan ahli medis tentunya kita harus memahami dan mengaplikasikan langsung dalam tindakan keperawatan hususnya tentang konsep kerja tim dalam keperawatan

Read more ...

Sabtu, 23 November 2013

KUESIONER DEPRESI PADA LANSIA



INSTRUMEN PENELITIAN
KUESIONER
JUDUL           :HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA LAMPUNG TAHUN 2013   
PENELITI      :ANDAN TRI WICAKSANA
NPM               :095140004
                       

PETUNJUK PENGISIAN LEMBAR KUESIONER :
1.     Isilah lembar kuesioner ini dengan jujur, sesuai dengan keadaan dan perasaan anda yang sebenarnya.
2.     Jawaban yang anda berikan di jaga kerahasiaannya.
3.     Apabila ada pertanyaan yang kurang jelas atau tidak di mengerti, mintalah petunjuk dari peneliti.

A.    IDENTITAS RESPONDEN

Inisial                  :                                       No. Responden
Usia                     :                                    (Di isi oleh peneliti)
Jenis Kelamin     :
Pendidikan          :





B.    PERTANYAAN TENTANG DUKUNGAN KELUARAGA TERHADAP LANSIA
Petunjuk pengisian kuesioner
1.     Bacalah pertanyaan dengan teliti sebelum menjawab
2.     Jawablah dengan memberi tanda (√) pada pilihan yang anda anggap tepat
Keterangan:
SS        : Sangat Sering
S          : Sering
J          : Jarang
TP       : Tidak Pernah
3.     Jika kurang jelas dengan pertanyaan ini dapat ditanyakan lansung pada peneliti
No
Pertanyaan
SS
S
J
TP
1
Apakah keluarga bapak/ibu tidak pernah memberikan berbagai informasi tentang keterampilan baru yang dapat bapak/ibu kerjakan di UPTD PSLU tresna werdha Lampung?




2
Apakah bapak/ibu tidak pernah mendapatkan kiriman uang dari keluarga untuk kebutuhan sehari-hari bapak/ibu selama di UPTD PSLU tresna werdha Lampung?




3
Apakah keluarga bapak/ibu tidak perna memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari bapak/ibu selama di UPTD PSLU tresna werdha Lampung?




4
Apakah keluarga bapak/ibu tidak mau peduli dengan berbagai kegiatan yang bapak/ibu lakukan di UPTD PSLU tresna wrdha Lampung?




5
Apakah bapak/ibu merasa telah ditinggalkan oleh keluarga bapak/ibu?




6
Apakah keluarga bapak/ibu tidak memberikan dukungan kepada bapak/ibu untuk selalu berbuat baik selama di UPTD PSLU tresna werdha Lampung?




7
Apakah keluarga bapak/ibu tidak pernah memberikan semangat ketika bapak/ibu mengalami kesulitan?




8
Walau bapak/ibu sedang mengalami masalah di UPTD PSLU tresna werdha , apakah keluarga bapak/ibu tidak pernah mau memahami?




9
Apakah selama bapak/ibu di UPTD PSLU, keluarga bapak/ibu jarang memberi bapak/ibu nasehat?




10
Apakah bapak/ibu tidak pernah tahu atau mengetahui berbagai kejadian yang terjadi dalam keluarga bapak/ibu selama di UPTD PSLU tresna werdha Lampung?




11
Apakah bapak/ibu pernah merasa apapun yang bapak/ibu hasilkan dari kegiatan di lingkungan UPTD PSLU tidak mendapat tanggapandari keluarga?




12
Apakah setiap keluarga bapak/ibu berkunjung, mereka selalu menanyakan jika bapak/ibu terlihat berbeda?




13
Walaupun bapak/ibu di UPTD PSLU, apakah bapak/ibu merasa tetap dekat dengan keluarga?




14
Apakah keluarga bapak/ibu sangat memahami keadaan bapak/ibu saat ini?




15
Apakah keluarga bapak/ibu sering memberikan pakaian selama bapak/ibu di UPTD PSLU tresna werdha?




16
Apakah keluarga bapak/ibu sering memberikan dukungan terhadap segala kegiatan yang diikuti bapak/ibu selama di UPTD PSLU?




17
Apakah bapak/ibu sering mendapatkan kiriman uang dari keluarga untuk memenuhi kebutuhan bapak/ibu selama di UPTD PSLU?




18
Apakah keluarga bapak/ibu selalu mendorong untuk selalu aktif dalam berbagai kegiatan yang ada di UPTD PSLU?




19
Apakah keluarga bapak/ibu pernah mengerti tentang keadaan bapak/ibu?




20
Apakah keluarga bapak/ibu sering memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari selama bapak/ibu di UPTD PSLU?





 (http://www.scribd.com/doc/24056545/Widya-Proposal-Keperawatan)




C.    KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA
1.     Bacalah pertanyaan dengan teliti sebelum menjawab
2.     Jawablah dengan memberi tanda (√) pada pilihan yang anda anggap tepat
No
Pertanyaan
Ya
Tidak
1
Apakah anda puas dengan kehidupan anda?


2
Apakah anda memiliki harapan pada masa depan?


3
Apakah anda bersemangat setiap waktu?


4
Apakah anda merasa bahagia pada sebagian besar waktu anda?


5
Apakah anda berfikir bahwa luar biasa anda diberikan kehidupan sampai sekarang?


6
Apakah anda merasakan bahwa kehidupan ini sangat menyenangkan /menarik?


7
Apakah anda memiliki energi maksimal (penuh semangat)?


8
Apakah anda senang bangun di pagi hari?


9
Apakah anda mudah untuk membuat keputusan?


10
Apakah anda merasa tidak berdaya?


11
Apakah anda merasa resah dan gelisah?


12
Apakah anda lebih memilih didalam rumah daripada berjalan-jalan ke luar dan melakukan sesuatu yang baru?


13
Apakah anda sering kali khawatir akan masa depan anda?


14
Apakah anda merasa mempunyai banyak masalah dengan daya ingat anda dibandingkan kebanyakan orang?


15
Apakah anda mengurangi banyak aktivitas dan hobi anda?


16
Apakah anda merasa murung dan sedih?


17
Apakah anda merasa tidak berharga seperti perasaan anda saat kini?


18
Apakah anda mengkhawatirkan masa lalu (kejadian-kejadian masa lalu) anda?


19
Apakah anda terganggu dengan pikiran yang tidak dapat diungkapkan/keluarkan?  


20
Apakan anda memiliki kesulitan atau merasa berat untuk memulai hal yang baru?


21
Apakah anda merasa kehidupan anda terasa hampa?


22
Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada harapan?


23
Apakah anda berfikir bahwa orang lain lebih baik keadaanya dari pada anda?


24
Apakah anda sering kali kesal pada hal-hal sepele?


25
Apakah anda sering kali merasa ingin menangis?


26
Apakah anda memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi?


27
Apakah anda takut tentang sesuatu yang buruk yang akan menimpa anda?


28
Apakah anda lebih memilih untuk menghindari perkumpulan sosial?


29
Apakah anda senantiasa bosan?


30
Apakah pikiran anda jernih seperti biasanya?


(Sumber : Azizah. L. M, Keperawatan Lanjut Usia, 2011)

Read more ...
Designed By